Follow Me @alfi_poenja

Rabu, 11 April 2018

Dilanda Dilan, Review Novel Dilan: Dia adalah Dilanku tahun 1990

Sebenernya Bunda pengin ketawa ngakak baca judul post kali ini. Secara aku adalah emak-emak berbuntut 2 dan entah kenapa kok jadi pengen baca Dilan. Sampe-sampe si Ayah (suami Bunda) jadi tertegun liat bacaan Bunda kali ini. 

"Hah, baca apaan ini Bun?", kata Ayah.

Owemjiii... baiklah. Ini semua bermula dari anak-anak murid Bunda yang gandrung sama Dilan. Mereka sampe bawa-bawa novelnya segala. Dan, ada yang nyesek gitu karena umurnya belum lolos sensor buat nonton Dilan di bioskop. 


Singkat kata setelah cari pinjeman sana-sini, akhirnya Bunda punya kesempatan buat kepoin si Dilan lewat novelnya.

Dilan, si Anak SMA kelas 2 yang anak kolong dan Panglima Geng Motor, jatuh cinta pada anak baru bernama Milea. Anak pindahan dari Jakarta yang konon berparas cantik ini rupanya telah menjadi perbincangan dan incaran para lelaki muda di SMA Dilan. Bukan hanya dari kalangan pelajarnya, tetapi bapak-bapak guru yang masih lajang ternyata diam-diam juga menaruh hati pada Milea. 

Ini Bunda tahu dari daftar orang yang naksir Milea. Daftar ini dibuat oleh Dilan, kemudian diserahkan pada Milea beberapa hari setelah perjumpaan awal mereka. Mendapati daftar itu Milea tertegun. Dia baru sadar ada banyak cowok yang naksir dirinya di sekolah baru itu. Dan yang paling menarik, di bagian akhir daftar itu Dilan juga menuliskan namanya. Lalu, dia coret semua nama kandidat pacar Milea, kecuali namanya. Katanya, mereka semua akan gagal, kecuali dirinya.  

Yup! Dilan memang punya pendekatan yang ajaib dalam meluluhkan hati cewek. Original. Nggak pasaran. Inilah yang menjadikan Milea jatuh hati pada Dilan. Hingga akhirnya mereka resmi berpacaran dengan pernyataan resmi yang ditulis Dilan, lalu ditandatangai Milea pake materai Rp 6.000,-. 

Padahal, awalnya Milea antipati banget sama Dilan sejak pertemuan pertama. Tapi, perhatian Dilan yang luar biasa unexpected dan unpredictable berhasil membuat Milea merasa jadi orang yang paling dibahagiakan Dilan di muka bumi ini. 

Misalnya nih, Dilan datang malam-malam ke rumah Milea, dan bertemu dengan ayah Milea, mengatakan dirinya sebagai utusan kantin sekolah yang akan menawarkan menu baru untuk Milea. Dilan juga pernah mengirim surat pos kilat ditujukan ke rumah Ketua RT di lingkungan Milea. Isi suratnya berisi pernyataan bahwa dia menyukai Milea dan meminta ibu Ketua RT itu untuk menyampaikan salam pada Milea. 

Pernah juga dia meminta tolong bapak-bapak petugas PLN dan tukang koran untuk menyampaikan hadiah coklat buat Milea. Dilan juga memberikan kado terindah, kata Milea, saat Milea berulang tahun. Sebuah TTS yang sudah dia isi semuanya. Cover TTS itu bergambar seorang wanita yang digambari kumis dan dikasih call out sama Dilan. Katanya, "Milea ada titipan ucapan ulang tahun nih dari Dilan. Panjang umur katanya. Dia sayang".

(Kurang lebih begitu sih kata-katanya. Bukunya uda dibalikin. Jadinya Bunda gak bisa ngecek bener enggaknya. Intinya gitu lah. Kalo ada yang kurang atau lebih mohon dimaafkan lah ya..)

Hadiah sederhana macam TTS ini dianggap spesial banget sama Milea. Kebayang kan gimana pusingnya Dilan mengisi semua kotak TTS itu, yang katanya diisi semua biar Milea nggak pusing.

So far, Bunda suka dengan gaya cerita Kang Pidi Baiq. Beliau berhasil menciptakan Dilan sebagai sosok yang dirindukan kemuculannya. Jago gambar dan bikin puisi. Dilan ini puitis banget. Gaya bahasanya masuk dalam kategori sastra modern yang bebas dan spontan. Meskipun kadang ada sisi kejayusan anak SMA. 

Dilan juga tipe orang yang punya prinsip dan setia sama cewek. Seumur hidup di SMP sampe SMa, dia hanya pernah 1 kali pacaran sama temen SMP nya. 

Dilan juga smart. Meskipun dia badung, tapi pinter. Dilan bisa langsung nangkep pelajaran meskipun ke sekolah cuma bawa buku tulis 1 buah. Itupun cuma diselipin di saku belakang. 

Kalo kamu masih remaja, pasti merasa Milea tuh beruntung banget bisa dapetin Dilan yang romantis tapi rock and roll. Dan beruntung banget karena keluarga Dilan adalah keluarga yang open minded dan welcome banget sama pacar anak-anaknya. Coba, kurang nikmat apa jadi Milea. Kamu pasti ngiri!  

Salam, 

Bunda. 

2 komentar:

  1. Asik deh bunda ngikutin Dilan, keren ya.. aku juga berbuntut 2 penasaran sama cerita dilan, tapi ga keturutan baca apalagi nonton,, baru kali ini baca dilan serius deeeh ��

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe.. iya buns Adikara.. berasa throwback ke zama SMA gitu.. wkwkwk

      Hapus