Everyday is just like Monday Morning for Momma

Januari 19, 2018
Bunda idaman itu... bangun sebelum subuh. Nyalain tiga kompor sekaligus. Ceklek. Ceklek. Ceklek.

Dua kompor besar bermuatan 2 panci besar berisi air. Satu kompor kecil memanaskan air di panci mungil. Lanjut nyuci beras dan sayur-mayur yang akan dimasak.

Si Panci Kecil mendidih. Segeralah diterjunkan aneka sayur dan bahan-bahan pelengkap yang sudah disiapkan dari semalam. Aduk-aduk seperlunya, sambil dibacakan doa dan wirid. Aduk-aduk lagi hingga matang. 

Panci pertama mendidih. Siap dimasukkan ke magic jar (penanak nasi elektrik) bersama beras yang sudah dicuci. Panci kedua mendidih segera dipindahkan isinya ke termos air panas. 

Perjalanan masih lanjut lagi. 

Dua kompor dan panci besar masih harus menjalankan tugasnya. Mendidihkan air lagi untuk mandi anak-anak. 

Adzan Subuh berkumandang. Saatnya rehat sejenak. Membersihkan jiwa dan raga bersiap menghadap sang Kuasa. Dalam kumandang doa dan dzikir sehabis sholat didirikan. 

Bakda sholat, kubuka kitab suci hendak membaca dan merenungi maknanya. 

Tak lama kemudian, terdengar suara tangisan... 

"Oeekkk... Oeekk..."

Telingaku langsung tanggap. Jelas sekali ini suara si Sembilan Bulan. Bukan suara kakaknya yang hampir empat tahun. 

Bergegas aku menuju kamar tidur. Anakku telah terjaga. 

"Alhamdulillah, adek sudah bangun. Ayo nak, temenin Bunda masak ya."

Kugendong si Kecil kembali ke dapur. Kuletakkan ia di apollo favoritnya. 

Sobat Bunda tahu tidak apa itu apollo? 

Itu lho, alat bantu jalan buat anak bayi. Bentuknya seperti kue donat yang di tengahnya bolong. Bagian yang bolong ini kemudian dipasang tempat duduk dari kain, untuk mencegah anak kita jatuh. 

Sebenarnya ada yang pro-kontra sih dengan penggunaan apollo ini. Tapi, apalah daya kalau ternyata dia bisa membantu pergerakan Bunda lebih gesit dalam berkarya di dapur. Hoho..

And, after all those domestic projects are clear.. saatnya memandikan duo krucils-ku. Syukur alhamdulillah si Kakak sudah (agak) bisa ditegakan untuk mandi sendiri. Sikat gigi sendiri. Pake sabun sendiri, and so on. 

Pastinya dengan pengawasan Bunda dan dicek lagi. Apakah punggung dan rambutnya sudah dibasahi air dan shampoo. Dan tidak ada sisa buih sabun yang belum dibilas. 

Juga, harus dengan motivasi bahwa sikat giginya sudah bersih banget sampai giginya bisa bersinar kaya iklan odol. 

TRING!

Hahaha.. itulah hiburan pagi yang sangat menyenangkan. Di samping perasaan dag-dig-dug karena musti estafet dan balapan mengerjakan segala sesuatu bagaikan naik buroq. Hingga akhirnya jam menunjukkan waktu untuk bersiap berangkat kerja dan mengantar si kecil sekolah. 

Demikian berlangsung everyday. Setiap hari berkejar-kejaran dengan waktu dan tugas yang menumpuk di rumah dan di kantor. 

Sepulang dari kantor, kembali berjibaku dengan urusan domestik yang sempat terbengkalai saat beranjak kerja. Kembali pula ndhusel dengan anak-anak permata hatiku yang kadang sudah tak lagi merasa penat setelah bermain seharian. 

Sementara, ibunya sudah terasa remuk redam dihajar kerjaan kantor seharian. Ayuklah bubuk nak... kau tak ngantuk apa... 

Di situlah saya terkadang merasa... mbrebes mili.

(Dinikmati, disyukuri, dan dishalawati)

Salam, 

Bundavaganza.










1 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.